Pengalaman Umroh dari Lombok Bersama Fitour: Ibadah Penuh Makna dari Kampung Halaman

Saya masih ingat pertama kali niat umroh itu muncul. Bukan dari poster, bukan dari seminar, tapi dari obrolan sehabis subuh dengan ayah. Di beranda rumah di Praya, sambil ngopi dan ngeliatin matahari pelan-pelan naik, ayah bilang, “Bapak pengin banget umroh, Nak. Kalau Allah kasih umur, pengin lihat Ka’bah langsung.” Ucapannya nggak keras, tapi berat. Saya langsung diam. Menatap beliau lama. Dan dari detik itu, saya tahu: saya harus wujudkan.

Sebagai warga Lombok, saya ingin keberangkatan ayah terasa senyaman mungkin. Bukan hanya soal penerbangan, tapi juga soal bahasa, makanan, dan orang-orang yang mendampingi beliau. Itu kenapa saya fokus cari travel umroh dari Lombok yang benar-benar ngerti karakter masyarakat lokal. Dan dari beberapa nama yang muncul, satu nama selalu direkomendasikan teman-teman: Fitour International.

Saya nggak langsung percaya, karena saya ini tipe yang suka riset dulu. Jadi saya mulai cari testimoni, lihat dokumentasi keberangkatan, hingga akhirnya memutuskan datang langsung ke salah satu sesi manasik yang mereka adakan di Mataram. Dari situ, semua terasa beda.

Fitour tidak sekadar biro umroh. Mereka seperti keluarga yang mendampingi proses ibadah kita dari awal sampai akhir. Sesi manasiknya nggak kaku. Justru penuh tawa, canda, dan cerita-cerita pengalaman dari jamaah yang pernah berangkat. Timnya ramah, bahkan bisa menyapa satu per satu jamaah pakai nama. Saya langsung yakin, ini tempat yang tepat.

Ayah saya sendiri orangnya pendiam dan cukup hati-hati. Tapi setelah satu kali ikut manasik bareng Fitour, dia bilang, “Enak ya, mereka ramah dan nggak buru-buru ngajarin.” Bagi saya, itu sinyal yang kuat. Karena ayah bukan tipe orang yang gampang memuji.

Proses pendaftarannya pun nggak ribet. Tim Fitour bantu dari nol—mulai dari paspor, vaksin, hingga kelengkapan administrasi. Mereka tahu banget bahwa tidak semua jamaah paham soal dokumen, dan mereka sabar banget jelasin semuanya pelan-pelan. Bahkan untuk jamaah yang tinggal di pelosok, mereka bersedia datang langsung buat bantuin.

Waktu keberangkatan umroh dari Lombok tiba, suasananya haru sekali. Kami sekeluarga nganter ayah ke Bandara Internasional ZAM. Saya lihat banyak wajah yang sama seperti beliau—wajah penuh harap, penuh rindu, tapi juga penuh ketenangan karena tahu akan berangkat dalam bimbingan yang tepat. Tim Fitour sigap membantu mulai dari koper, pengecekan dokumen, hingga memastikan tidak ada jamaah yang tertinggal.

Saya sempat khawatir karena ayah sudah tidak muda lagi. Tapi ternyata, Fitour sudah menyiapkan pendampingan khusus untuk lansia. Mereka bahkan menyusun kelompok kecil agar jamaah mudah dikontrol dan selalu dalam pantauan. Layanan yang sangat manusiawi.

Selama perjalanan, saya terus dipantau lewat grup WhatsApp keluarga yang dibuat tim Fitour. Di situ ada update foto, kabar harian, sampai voice note ustadz pembimbing. Bahkan kadang, ada video pendek dari ayah sendiri yang dikirimkan oleh tim. Saya bisa lihat wajahnya tenang, senyumnya damai, dan itu cukup buat saya merasa bersyukur.

Dan setelah pulang? Ayah tidak banyak cerita. Tapi dari cara dia memeluk saya di bandara, saya tahu… perjalanannya luar biasa. Di rumah, kami lihat foto-foto bersama. Ada saat di Masjidil Haram, saat ziarah ke Madinah, hingga saat thawaf di malam hari. Semua dokumentasi disimpan rapi oleh tim Fitour dan diberikan ke keluarga setelah kepulangan jamaah.

Kalau kamu juga punya niat untuk berangkat umroh dari Lombok, atau ingin mengantar orang tua atau keluarga, saya benar-benar menyarankan untuk mulai dari sini:
Fitour International

Informasinya lengkap. Kamu bisa lihat jadwal keberangkatan, program khusus lansia, dokumentasi jamaah sebelumnya, dan juga ulasan asli dari mereka yang sudah pernah berangkat. Dan yang terpenting, semua proses dilakukan dengan pendekatan yang hangat, nggak terburu-buru, dan sangat personal.

Beberapa teman saya sekarang juga mulai daftar. Ada yang dari Lombok Barat, ada yang dari Sumbawa. Mereka bilang, “Lebih nyaman kalau berangkat dari kampung halaman sendiri.” Dan memang itu yang saya rasakan juga. Umroh langsung dari NTB membuat hati lebih tenang karena kita tidak perlu adaptasi terlalu banyak. Fokus ibadah bisa lebih maksimal.

Saya tahu, masih banyak orang Lombok yang ingin umroh tapi belum tahu harus mulai dari mana. Saran saya, jangan terlalu lama menunda. Niat itu perlu dijemput. Dan kamu tidak sendiri. Ada tim seperti Fitour yang siap mendampingi, dari langkah pertama sampai langkah terakhir.

Umroh itu bukan soal naik pesawat dan sampai di Mekkah. Tapi soal perjalanan spiritual yang ditata dengan baik. Dan untuk itu, kita butuh teman jalan yang bisa dipercaya.